AMBON, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Ambon sejak Minggu, 17 Juni 2012 hingga Selasa (19/6/2012) pagi ini menyebabkan bencana tanah longsor di kawasan SKB, belakang Soya, Kecamatan Sirimau, sekitar pukul 03.00 dinihari. Akibat bencana tanah longsor ini, dilaporkan tiga orang tewas, dan dua orang lainnya mengalami luka–luka, serta sembilan masih tertimbun.
Korban tewas dalam insiden itu yakni, Aty Manusiwa Kory Manusiwa (70), Aty Manusiwa (43) dan Kevin Manusiwa (3). Sementara korban yang selamat yakni In Manusiwa (43) dan Cak Manusiwa (43), kedua korban ini langsung dilarikan ke rumah saki terdekat.
Saksi mata yang juga keluarga korban, J Rahayaan menuturkan, kejadian naas tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 wit, saat itu ia sedeang menonton televisi di rumahnya yang hanya sekitar 10 meter dari lokasi bencana. Sebelum musibah terjadi, cuaca sangat buruk, angin kencang disertai hujan deras seperti menyelimuti suasana malam itu. “Tiba-tiba saya dengar suara besar sekali, saat saya keluar ternyata sudah terjadi longsor,” tuturnya.
Rahayaan mengatakan, hampir seluruh keluarganya menjadi korban dalam musibah tersebut, bahkan menurutnya, hingga saat ini delapan anggota keluarganya hingga saat ini masih tertimbun tanah longsor.
Pantauan di lokasi kejadian, Tim SAR gabungan dari TNI, Polisi Tagan dibantu warga setempat masih terus melakukan evakuasi korban. Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease, Ajun Komisaris Besar Polisi Suharwiyono mengakui, sesuai laporan keluarga korban, hingga kini masih terdapat sembilan korban bencana tanah longsor yang masih dalam proses evakuasi. “Yang sudah ditemukan ada lima, dua diantaranya selamat, sementara 9 lainnya masih dalam proses pencarian,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang